Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2018

Antara Gelap dan Cahaya

Syarat adanya cahaya karena adanya gelap. Gelap bukan berarti selalu buruk pun sebaliknya cahaya bukan berarti selalu baik. Semua saling melengkapi satu sama lain. Tidak ada yg merasa benar sendiri. Keindahan lahir dari dua hal yg saling mengisi dan punya sikap rendah hati. Bukankah keindahan senja yg sering kita nikmati karena tenggelamnya cahaya matahari dan hadirnya waktu malam saling mengisi?

Mencintaimu dengan Sederhana

Apakah kita saat ini bisa mencintai seseorang yang kita cintai dengan sederhana?. Kalau hal itu kita gambarkan dengan mencintai apa adanya, apakah kita bisa melakukannya di tengah himpitan segala sesuatu yang menuntut untuk ada apanya?. Serba materialistic.   Mencintai dengan syarat-syarat tertentu. Maka, yang kita cintai itu sebenarnya tidak benar-benar mencintaimu. Apakah kita mencintai seseorang hanya sesederhana “aku mencintaimu”?. Kalau begitu, bersiaplah patah hati karena rata-rata yang mengucapkan kalimat tersebut tidak serius terhadap ucapan serta tak sesuai dengan tindakan. Akibatnya, hubungan sudah jalin hanya berujung tanpa kepastian dan berakhir pada kegagalan. Apakah kita mencintai seseorang sesedehana adanya sebuah alasan ?. Teringat kata Mbah Sudjiwo Tedjo, beliau bilang bahwa mencintai itu tidak perlu alasan. Begitu adanya alasan itu bukan cinta, tapi kalkulasi. Bahkan, Cak Nun pernah bilang bahwa resiko mencintai adalah orang yang kamu cinta itu tidak...