Mencintaimu dengan Sederhana
Apakah kita saat ini bisa
mencintai seseorang yang kita cintai dengan sederhana?. Kalau hal itu kita
gambarkan dengan mencintai apa adanya, apakah kita bisa melakukannya di tengah
himpitan segala sesuatu yang menuntut untuk ada apanya?. Serba materialistic. Mencintai dengan syarat-syarat tertentu. Maka,
yang kita cintai itu sebenarnya tidak benar-benar mencintaimu.
Apakah kita mencintai seseorang
hanya sesederhana “aku mencintaimu”?. Kalau begitu, bersiaplah patah hati
karena rata-rata yang mengucapkan kalimat tersebut tidak serius terhadap ucapan serta tak sesuai dengan tindakan.
Akibatnya, hubungan sudah jalin hanya berujung tanpa kepastian dan berakhir pada
kegagalan.
Apakah kita mencintai seseorang sesedehana
adanya sebuah alasan ?. Teringat kata
Mbah Sudjiwo Tedjo, beliau bilang bahwa mencintai itu tidak perlu alasan. Begitu
adanya alasan itu bukan cinta, tapi kalkulasi.
Bahkan, Cak Nun pernah bilang bahwa resiko mencintai adalah orang yang kamu cinta itu tidak mencintaimu tapi kamu tetap mencintainya.
Memang, mencintaimu dengan
sederhana tak sesederhana yang kita bayangkan.
Komentar
Posting Komentar