Dilema Demokrasi


Demokrasi. Penuh duri dalam daging. Yang sejatinya diidolakan dan diidamkan oleh masyarakat modern. Diharapkan menjadi sistem mekanisme solutif utk memecahkan persoalan bangsa akan menemui titik buntu. Titik - titik paradoks hampir ditemui dalam setiap hal diberbagai kehidupan berbangsa dan bernegara. ada yang menentang dengan "menyeberang" ideologi pancasila. menumpang trek atau organisasi tertentu demi tujuan golongannya sendiri. sampai agama pun rela dikorbankan atas nama "perjuangan" dan lain sebagainya.

Demokrasi menjadi hal yang murah untuk digadaikan atas nama kesejahteraan, kekayaan dan sejenisnya. tapi aslinya adalah manipulasi, penipuan, pemalingan, pemalsuan atas nama kesejahteraan dan didukung oleh Undang2 itu sendiri. Mendapatkan priviledge, kenyamanan keamanan, dan ketenteraman hidup, padahal sejatinya hanya jadi lintah darat penghisap kekayaan rakyat.
 
Banyak juga segilintir penghayat dan pendukung demokrasi tapi disatu sisi penganjur dan penyalur kebencian, 

Inilah realita demokrasi. Banyak hal yg tumpang tindih, tidak bisa atau blm bisa diselesaikan satu persatu problemnya. baik problem global, lokal, kultural bahkan sampai hal yg sangat detil. Yaitu korupsi waktu shalat demi kepentingan duniawi.
semata.

Inilah negeriku. mungkin Tuhan masih merasa kasihan pada negeri ini. Padahal EsensiNya sudah dimanipulir habis2an. Bahkan Dia sudah disingkirkan dari konstelasi berpikir, Hati dan Nurani  para pemimpin yg ditentukanNya.

Hanya perlu menunggu Tuhan mencabut kasih dan sayangNya. dan semoga tidak dalam waktu dekat ini.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencintaimu dengan Sederhana

Cerita Malam Tahun Baru

Menikmati Rindu