Menikmati Rindu


Ini cerita dari pengalaman saya yang mengalami pasang surut perasaan. sering kali tertimpa kemalangan bisa dibilang nasib yg berbuah jadi takdir. Sering kali mengalami perjumpaan batin daripada perjumpaan fisik. Mungkin ini hanyalah sebuah  perasaan saya saja tidak selalu harus di seriusi atau bahkan dibuat penelitian macam – macam.

Sebuah kenikmatan tersendiri apabila ada dua hal yg saling berkaitan tapi jarang atau tidak sama sekali dipertemukan. Sebuah kehormatan bisa mengalami hal yg sebenarnya diciptakan untuk ada. Karena hal ini dunia mengalami perputaran roda – roda kehidupan, denyut nadi kehidupan mulai tumbuh, dan banyak hal yg tidak luput untuk saling melengkapi diri. Kita hanya bisa lapang untuk menerimanya sebagai salah satu rencana untuk menggapai diriNya yg Agung dan Tiada Tara.
Rindu itu diciptakan bukan menciptakan. Bukan juga membuat tapi dibuat. Sering kali hal ini mengalami reduksi serius diantara kita dan juga sering disalah artikan yg dapat memicu untuk memancing perilaku abnormal yg kita jumpai di sudut – sudut yg ada pohon, jembatan, dan hotel melati kelas “rendahan” manapun.

Rindu juga merupakan ekspresi alamiah manusia yang harus dimiliki untuk mencintai sesuatu. Hal ini karena bahwa syarat untuk mencintai sesuatu adalah harus melewati tahap – tahap dimana sepi dan kesunyian harus dinikmati dan dimaknai secara mendalam. apakah hal itu akan membawamu kepada kekuatan dan kesejatian cinta atau malah engkau habisi dengan cara memilih sesuatu yg lain sebagai pelampiasan nafsumu semata?

Tuhan sudah menciptakan rindu ini hanya untuk kepada diriNya yang sudah sangat jelas mengasihi dan menyayangi manusia. Terkadang kita sendirilah yang mengurangi tujuan rindu ini. Menyampaikan rindu yang sifatnya duniawi yg sudah sangat jelas sekali sifat dan kekekalannya fana. Maka yang terjadi adalah subjektif perasaan tanpa bertujuan dan rencana. Menghabisi umur dengan perasaan yg belum tentu benar mencapai titik kulminasi dan akhirnya yg terjadi adalah menciderai hati dengan sesuatu yg didasari dari syahwat kita. Pada akhirnya akan terjadi reduksi dan manipulir rindu itu sendiri. Karena rindu adalah awal dari keseriusan manusia untuk terus menapak jejak – jejak untuk terus mencapaiNya. Hingga Tuhan berkata kepadamu waktunya pulang.


Kita nikmatilah rindu ini dengan lapang dan gembira. Tidak tau esok atau lusa kita bisa berjumpa kepada yg seharusnya dirindu dan dicinta. Manusia hanya bisa menggunakan ini untuk mencapai kemesraan dan cintaNya. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencintaimu dengan Sederhana

Cerita Malam Tahun Baru