Cerita Malam Minggu


Can I Fall Into Your Constelation?

Stars and Rabbit

Entah dari sudut pandang mana aku memulai tulisan ini. Tulisan yang berawal dari sebuah ide yang hinggap di lorong imajinasi pikiranku. Dengan sengaja, ia mengajak aku berkeliling ke masa lalu,  lebih dalam hingga menemukan sebuah hal dan membuatku teringat seseorang yang pernah menjadi bagian dari romansa masa remaja.

Seseorang itu adalah kamu, iya kamu, seseorang yang pernah mengisi ruang hati dan juga kamu adalah sosok yang pernah menjadi pengisi ruang imajinasi saat aku lelah dengan setumpuk kegiatan dan juga ketika rasa bosan melanda. Dan senyummu adalah obatnya serta menyembuhkan rindu karena tiada lagi menemukan penawarnya. 

Aku tak tahu alasan dibalik mengapa aku menyukaimu, karena hal tersebut begitu mengalir, dan tak sengaja aku terhanyut dengan keanggunan dan kesederhanaanmu. Dan aku berterimakasih padaNya, karena kamu pernah menjadi bagian dari kehidupanku

Selang beberapa lama, masih dengan perasaan yang sama. Aku hanya menjadi pengagum rahasiamu, orang yang setia menjadi stalker instagam kamu dan menunggu updatean instastorymu dengan seksama. Aku tahu, menjadi pengagum rahasia adalah pekerjaan melelahkan. Pekerjaan yang cuma berharap mendapat perhatianmu atau dilupakan dan dibiarkan tergeletak dibibir jurang keputusasaan karena harapan yang tak kunjung mendapat kepastian.

Namun nyatanya, aku masih di sini. Membual. Terpuruk dan tak berdaya atas waktu dan hasrat pesimisme yang menghancurkan. Aku ingin jadi ledakan. Aku ingin jadi martir. Aku ingin jadi letus gunung. Aku ingin jadi pekik halilintar. Aku ingin jadi auman singa kelaparan. Aku ingin jadi denting gelas. Aku ingin jadi keluh ibu. Aku ingin jadi tangismu. Aku ingin jadi jerit bayi. Aku ingin jadi debu terminal. Aku ingin jadi sepoi angin. Aku ingin jadi buku yang tak terbaca. Aku ingin jadi pojokan perpustakaan. Aku ingin menjadi apapun agar tak merasa sendirian. Aku ingin menjadi apapun demi engkau mengakui atas keberadaanku. Aku ingin menjadi apapun asalkan bukan kehampaan dan kesendirian

"Aku akan menjadi rasa sakit dan kegilaan demi apapun asalkan tidak kehampaan dan kesendirian. Aku ingin menjadi rasa sakit dan kegilaan demi sesuatu bernama harapan serta kepastian".

Memang terdengar berlebihan, tapi inilah perasaanku, perasaan yang tak terbalas dan selalu menemukan jalan terjal. Tetapi bisakah engkau mendengarku agar aku jatuh ke dalam semesta batinmu. menemukan rumah saat lelah melanda. aku ingin sekali bersandar, tepat di dinding hatimu yang nyaman dan hangat. Aku ingin beristirahat dengan tenang di ruang hatimu. 

"Jika saja aku sanggup menjadi ketiadaan. mungkin rindu ini akan tertangguhkan. Melalu tulisan ini. izinkan aku merindumu lebih sunyi dan lara" 


Inspired By Seikat Surat Cinta dan Patah Hati

Komentar

  1. Ternyata antum punya pengalaman cinta yang pilu. Coba denger dulu lagu Dewa19 judulnya 'Laskar Cinta', walaupun lirik lagunya ga ada hubungannya ama pengalaman antum tapi coba dengerin aja.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mencintaimu dengan Sederhana

Cerita Malam Tahun Baru

Menikmati Rindu